580 Peserta Lulus SOTH, Apresiasi Peran Orang Tua dalam Pengasuhan dan Pembentukan Karakter Anak


 2024-11-05 |  Desa Mojoseto

Gondang, Mojoseto - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (5/11/2024). Sebanyak 580 peserta dari tujuh kecamatan diwisuda usai dinyatakan lulus mengikuti SOTH, salah satunya Desa Mojoseto Kecamatan Gondang.

Prosesi wisuda SOTH dipimpin langsung oleh Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna ditandai dengan pemindahan kuncir dari toga peserta.

Dalam sambutannya, Mas Bupati Handoko mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap para orang tua di Kota Angin bisa betul-betul optimal dalam mengasuh buah hati dan keluarganya. “Sehingga terbentuk anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Mas Bupati Handoko juga memberi penghargaan kepada beberapa organisasi profesi di bidang kesehatan. Antara lain, IDI, IBI, PPNI, PDGI, maupun IIDI. Pada prosesi itu, Mas Bupati Handoko didampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi dan perwakilan BKKBN Jawa Timur.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi menambahkan, tujuan kegiatan tersebut untuk mengapresiasi atau penghargaan bagi keluarga yang memiliki balita yang telah mengikuti SOTH sampai dengan lulus. Kemudian, meningkatkan peran kelompok kegiatan bina balita menjadi sekolah pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang dan pembentukan karakter bagi keluarga yang memiliki anak usia dini. 

“SOTH ini diikuti peserta dari para calon pengantin maupun orang tua yang memiliki baduta atau balita. Wisuda juga telah berlangsung di tingkat kecamatan maupun desa peserta,” ungkapnya.

Selama mengikuti SOTH, tambah Nafhan, peserta mendapat berbagai materi. Antara lain, perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua terhadap masa depan anak. Kemudian, memahami konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan.

Selain itu, peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Ada pula materi menjaga kesehatan anak usia dini. Selanjutnya, pemenuhan visi anak usia dini, stimulasi gearakan kasar dan gerakan halus. Serta, komunikasi aktif, komunikasi pasif, dan kecerdasan. Termasuk materi menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial, pengenalan kesehatan reproduksi pada anak usia dini, perlindungan dan partisipasi anak, menjaga anak dari pengaruh media, pembentukan karakter anak usia dini, dan penilaian akhir pembelajaran.

Sementara itu, Jarwo selaku Kepala Desa Mojoseto mengungkapkan dukungannya dengan program SOTH. menurutnya program SOTH sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, utamanya dalam mendukung penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak.

“Sebagai kepala desa, saya merasa sangat bangga melihat para orang tua di desa-desa sekitar, termasuk di Mojoseto, yang ikut serta dalam program SOTH ini. Pendidikan anak memang bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga peran besar orang tua di rumah. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat untuk para orang tua agar lebih siap mendampingi anak-anak mereka dalam tumbuh kembang yang positif,” ujar Kades Jarwo.