Mengapa Kolak Identik Sebagai Makanan Khas Ramadan?


 2025-03-04 |  Desa Mojoseto

Kolak adalah hidangan manis berkuah yang selalu hadir saat berbuka puasa selama bulan Ramadan. Makanan ini telah menjadi favorit banyak orang, dengan berbagai variasi seperti kolak pisang, kolak ubi, hingga kolak biji salak. Selain rasanya yang enak, cara pembuatannya yang mudah membuat kolak menjadi pilihan takjil yang praktis dan nikmat. Tidak hanya lezat, kolak juga bermanfaat untuk mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa.

Namun, ada pertanyaan menarik yang sering muncul, mengapa kolak begitu identik dengan Ramadan? Mengutip dari liputan6.com menurut sejarawan Fadly Rahman, ada pengaruh budaya Arab yang melekat pada kolak. Penulis buku Jejak Rasa Nusantara itu menjelaskan bahwa kolak berasal dari kata khalik, yang berarti Sang Pencipta atau Tuhan. “Makanan khas Ramadan ini mendapat pengaruh dari budaya Arab. Secara kebetulan atau tidak, kolak berasal dari kata khalik, yang berarti Sang Pencipta, Tuhan,” ujar Fadly (Liputan6.com, 6 April 2022).

Fadly melanjutkan bahwa kolak, pada masa lalu, digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam. Walaupun belum ada bukti sejarah yang pasti mengenai hal ini, ia menambahkan bahwa bahan-bahan untuk membuat kolak, seperti gula aren, ubi, dan pisang, sudah ada di Indonesia sejak zaman dahulu. “Gula aren, ubi, pisang, semua ada di Indonesia, bahkan tumbuh dengan subur. Jadi, beralasan jika kolak jadi perpaduan antara budaya setempat dengan penyebaran Islam,” kata Fadly.

Meski begitu, Fadly juga mengingatkan bahwa kolak sebenarnya bisa disajikan kapan saja, tidak terbatas pada bulan Ramadan. “Orang bisa saja menyajikan kolak saat bukan bulan puasa. Namun, sekarang orang lebih identik menyajikan kolak saat Ramadan,” ungkapnya. Hal ini menggambarkan bagaimana kolak kini telah menjadi bagian dari tradisi yang sangat lekat dengan momen berbuka puasa.

Kolak memang memiliki banyak varian yang bisa disesuaikan dengan selera, seperti kolak pisang, kolak ubi, hingga kolak ketan hitam. Hidangan ini tidak hanya memberikan rasa manis yang nikmat, tetapi juga memberikan manfaat bagi tubuh karena mengandung karbohidrat yang memberikan energi. Tak jarang, kolak juga disajikan dengan tambahan es batu untuk sensasi yang lebih segar, apalagi saat cuaca panas.

Sebagai takjil Ramadan, kolak bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan. Momen berbuka puasa dengan menyantap kolak mempererat tali silaturahmi antara keluarga dan teman-teman. Dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapat, kolak tetap menjadi pilihan hidangan yang tak pernah lekang oleh waktu dan selalu menambah kehangatan di setiap meja berbuka.